>> Laporan : Nawan Saragih
Pematangsiantar, SBN---Dalam langkah kebijakan pemerintah,
menaikkan harga BBM, mengundang reaksi mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Pematangsiantar antara lain; USI, Nomensen,
UISU, ATB, dan Organisasi Ekstra kampus seperti, LMND, HMI, GMKI, Gampar, Sahabat
Lingkungan, yang tergabung dalam KBM (Keluarga Besar Mahasiswa)- Siantar,
kembali turun ke jalan untuk melakukan aksi penolakan atas kenaikan harga BBM.
Dalam aksinya mahasiswa
yang berkumpul di Lapangan Haji Adam Malik, memulai perjalanan dengan
mengelilingi Jalan Sutomo-Merdeka (Pusat Kota) Pematang Siantar, sambil
melakukan orasi-orasi politik, lalu menuju ke Makam Pahlawan untuk melakukan
upacara dan doa, atas tindakan pemerintah yang sudah tidak sesuai dengan
keinginan Masyarakat.
Setelah melakukan Upacara
dan Doa Bersama, Mahasiswa kembali bergerak menuju Universitas HKBP Nomensen
Untuk mengajak Elemen Masyarakat, dan mahasiswa yang berada di sekitar kampus
untuk bersatu menolak kenaikan harga BBM, dalam orasinya Sabar M. Simbolon,
salah satu Mahasiswa USI fakultas Hukum, selaku Kordinator Aksi, mengatakan
“Bahwa kenaikan BBM, bukan semata dikarenakan subsidi kepada Masyarakat, namun
perlu diperhatikan adanya mark-up anggaran yang mengakibatkan terjadinya
pembengkakan pengeluaran negara dan pemborosan anggaran dalam bentuk studi
banding pejabat negara, juga tingginya gaji aparatur negara, maka tidak ada
alasan pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM, karena akan
merugikan masyarakat banyak, termasuk kaum buruh, tani, nelayan dan rakyat miskin”.
Selain itu juga Mahasiswa
menuntut untuk menghentikan kriminalisasi aparat terhadap aktivis mahasiswa
indonesia, nasionalisasi aset-aset yang dikuasai kaum kapitalis, seperti yang
diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi ”Tanah, Air dan segala
sumberdaya alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Pemerintah dan diperuntukkan
sebesar-besarnya untuk kemakmuran Rakyat”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comments