Suara Buruh Nasional

Sabtu, 10 Agustus 2013

Warga Kecamatan Kualuh Selatan Keberatan Atas Tingginya Kenaikan PBB di Kab. Labura

Aekkanopan, SBN---Informasi yang beredar dikalangan penduduk Kualuh Selatan tentang kenaikan jumlah harga pajak bumi dan bangunan (PBB) sangat meresahkan, pasalnya bila diperhitungkan dari tahun yang lalu 2012 kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) tahun 2013 tidak wajar naiknya bahkan naik mencapai hampir 200 persen kata seorang warga Kecamatan Kualuh Selatan, Kab. Labura yang tidak mau menyebutkan identitas dirinya.
sedangkan rumah saya sederhana/biasa biasa saja kok bisanya saya ini bayar PBB hampir 300 ribu, itu baru satu kupon yang satu lagi puluhan ribu,sedangkan si" A" lebih murah PBB nya dari" saya" rumahnya mewah seperti istana kok puluhan ribu rupiah, mana sanggup saya bayar PBB itu, saya tidak mampu, warga Kualuh Selatan memohon pada Pemkab labura agar ditinjau ulang kembali tentang kenaikan PBB 2013 tersebut kata beberapa orang warga Kualuh Selatan, menirukan ucapan mereka  petugas kolektor Pajak Bumi dan Bangunan merasa kewalahan untuk mengutip PBB tahun 2013 dari warga Kualuh Selatan.
Untuk kepastian informasi tersebut diatas Team mencoba menelusuri beberapa Desa di daerah Kualuh Selatan, Kab. Labura ternyata informasi tersebut dapat dibenarkan, kata salah seorang perangkat Desa yang Desanya dan identitasnya minta dilindungi mengatakan pada Team manala ada kemungkinan warga mampu untuk bayar PBB tahun ini kerena pajaknya sebanyak ini, sembari menunjukkan daftar nama wajib PBB di desanya. Warga desa lainnya ketika dikonfirmasi team mengatakan biasanya saya bayar pajak sekitar Rp 17.000 pertahun sekarang hampir Rp 40.000,- tahun ini kata beliau, seluruh warga masyarakat Kec. Kualuh Selatan Kab. Labuhanbatu Utara memohon kepada orang yang nomor 1 di Pemkab Labura agar meninjau kembali kebijakan pemerintah tentang Perda Kab. Labura mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) itulah harapan kami kata warga Kualuh Selatan Labura pada Team

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comments