Suara Buruh Nasional

Jumat, 17 Mei 2013

Profil Figur Seorang Pimpinan


Tiga Fungsi DPRD
1.       Fungsi Anggaran.
2.       Fungsi Pembuatan Peraturan Daerah.
3.       dan Fungsi Pengawasan

>>Kristian Zebua
Gununsitoli, SBN---Di selah-selah kesibukan sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli saat di konfirmasi oleh wartawan SBN mengenai bagaimana memilih seorang pemimpin yang bisa menggandeng tangan masyarakat dalam membangun manusia-manusia yang bermoral dan beretika. Seperti yang diungkapkan oleh Hadirat ST. Gea diruang kerjanya, senin, 7 April yang lalu. Hal ini tentunya akan terwujud bilamana kita menggunakan hak suara kita dengan memilih wakil-wakil rakyat yang duduk sebagai perwakilan kita dikursi DPRD. Kedepan kita akan mendorong masyarakat dimana dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif 2014, betul-betul masyarakat itu  melihat dan mencermati partai yang dapat membela kepentingan bersama dan selalu mengkedepankan hak azasi dan norma-norma serta memahami keberadaan masyarakat sekarang ini. Berdasarkan itu maka kita mencoba untuk melihat figur atau profil manusianya. Karena sebagus apapun figur orangnya tapi bila partainya mencederai kepentingan masyarakat maka tidak akan ada perubahan pada negeri ini. Untuk itu kita mengharapkan  masyarakat mengkedepankan itu, melihat tampilan profil apa yang sedang dibuat oleh partai. Dan keberadaan calon anggota DPRD, bilamana kita belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, kita mendorong dan menghimbau masyarakat agar memilih calon legislatif yang berkualitas dan intelektual. Karena hanya DPRD yang berkualitaslah yang mampu melakukan pengawasan terhadap pemerintah, yang mampu membuat dan mengesahkan PERDA, dan yang mampu menetapkan Anggaran. Karena ada tiga fungsi DPRD, yaitu : * Fungsi Anggaran, * Fungsi Pembuatan Peraturan Daerah, dan Fungsi Pengawasan. Bagaimana seorang calon anggota DPRD yang mempunyai keinginan masuk sebagai caleg, lalu di DPRD yang sudah digambarkan bagaimana bisa mendapatkan sesuatu dari pemerintah, apakah itu proyek misalnya. Jadi menjadi anggota DPRD bukan tempatnya para pengusaha, jadi himbauan kepada masyarakat, kalau mau menjadi kaya, menjadi pengusaha, maka menurut saya (Hadirat ST, Gea) DPRD itu adalah kumpulan orang-orang yang miskin finansial tetapi kaya akan ide.  Maka PDI Perjuangan memberikan caleg yang berkualitas. Bukan karena, kita memilih mereka menjadi caleg karena mereka memiliki finansial yang cukup, atau latar belakang mereka pengusaha, tidaklah seperti itu, tetapi yang betul-betul berkualitas dan berpihak kepada masyarakat. Nah, bagaimana masyarakat bisa mencermati akan hal itu, masyarakat kita jangan membeli kucing dalam karung lagi. Dimana keberadaan Kota Gunungsitoli sebagai daerah otonomi baru membutuhkan anggota DPRD yang benar-benar berkualitas, tidak anggota DPRD yang hanya manggut-manggut, tidak anggota DPRD yang malas, tidak anggota DPRD yang sekedar masuk menjadi anggota DPRD dan didalam anggota DPRD menjadi pengusaha. Itulah kriteria bagi yang mau menjadi anggota DPRD. Dan ketika itu terjadi maka ketiga fungsi DPRD tadi akan betul-betul dijalankan. Kalau tidak maka kasihanlah kita, kasihan kita pembangunan Kota Gunungsitoli dan nasib masyarakat kita yang tadinya telah memilih dan mempercayai kita sebagai penyalur dan penampung aspirasi kita. Sekarang dituntut kejelian masyarakat, silahkan masyarakat memilih tapi kita himbau masyarakat, jangan lihat karna uang, jangan pilih karna uang, sebab lima menit di TPS akan menentukan lima tahun kedepan. Dan sebagai Pimpinan DPRD Hadirat ST. Gea mengharapkan, bilamana setiap saat ada kritisi yang diberikan kepada kita oleh masyarakat agar DPRD bisa berbenah diri, agar DPRD bisa memperbaiki prilaku, kita terima mereka sebagai bagian dari kita.
Dan bilamana kita melihat visi misi dari pada PDI Perjuangan sudah jelas untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan itu bukan hanya janji-janji tapi itu suatu patokan bagaimana kita berpikir dan bertindak agar rakyat bisa sejahtera dan berupaya untuk menyuarakan hak-hak masyarakat Indonesia yang tertindas oleh ketidakadilan. Nah,  inilah cita-cita para pendahulu kita yaitu cita-cita Bung Karno yang akan menetapkan dan menjadikan rakyat kita sebagai Marhaien. Itulah tugas PDI Perjuangan sekarang ini dimana setiap Kader PDI Perjuangan bagaimana mengangkat kaum Marhaien ini seperti yang temukan oleh Bung Karno. Siapa Kaum Marhaein ini ???? ya kita, masyarakat, kita semua yang tidak memiliki apa-apa.  Maka Kaum Marhaen itulah yang akan diwujudkan kesejahteraannya, dan itu cita-cita Bung Karno. Dan bila melihat proses dan pola Pemerintahan yang sekarang ini adalah berjalan ditempat dan bahkan ada beberapa kesan yang mundur tapi Hadirat ST, Gea mengatakan Pemerintahan sekarang adalah berjalan ditempat, apakah itu tatanan birokrasinya, apakah tatanan program kegiatannya, dan ada beberapa contoh-contoh. Dan kita terus mendesak Pemerintah untuk berbenah diri, apakah Pemerintah mau berbenah diri ???????? itulah tugas DPRD untuk melakukan pengawasan. Jadi seperti apa profil pemimpin pemerintahan yang baik, ??? kita tak bisa memastikan dan mengatakan seperti inilahlah profilnya, tapi masyarakatlah yang dapat memberi penilaian untuk itu. Yang jelas kita bercita-cita menjadikan Pulau Nias tercinta ini menjadi maju, baik secara ekonomi, pendidikan, pembangunan, kenyamanan dan segala aspek yang membuat kita bangga sebagai warga negara yang telah bebas dan merdeka.  Salam Perjuangan,.... Merdeka.. Hadirat ST. Gea mengakhiri kata-katanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comments