Tiga Fungsi DPRD
1.
Fungsi Anggaran.
2.
Fungsi Pembuatan Peraturan Daerah.
3.
dan Fungsi Pengawasan
>>Kristian Zebua
Gununsitoli, SBN---Di selah-selah kesibukan sebagai Wakil
Ketua DPRD Kota Gunungsitoli saat di konfirmasi oleh wartawan SBN mengenai
bagaimana memilih seorang pemimpin yang bisa menggandeng tangan masyarakat
dalam membangun manusia-manusia yang bermoral dan beretika. Seperti yang
diungkapkan oleh Hadirat ST. Gea diruang kerjanya, senin, 7 April yang lalu.
Hal ini tentunya akan terwujud bilamana kita menggunakan hak suara kita dengan
memilih wakil-wakil rakyat yang duduk sebagai perwakilan kita dikursi DPRD.
Kedepan kita akan mendorong masyarakat dimana dalam menggunakan hak pilihnya
pada Pemilu Legislatif 2014, betul-betul masyarakat itu melihat dan mencermati partai yang dapat
membela kepentingan bersama dan selalu mengkedepankan hak azasi dan norma-norma
serta memahami keberadaan masyarakat sekarang ini. Berdasarkan itu maka kita
mencoba untuk melihat figur atau profil manusianya. Karena sebagus apapun figur
orangnya tapi bila partainya mencederai kepentingan masyarakat maka tidak akan
ada perubahan pada negeri ini. Untuk itu kita mengharapkan masyarakat mengkedepankan itu, melihat
tampilan profil apa yang sedang dibuat oleh partai. Dan keberadaan calon
anggota DPRD, bilamana kita belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, kita
mendorong dan menghimbau masyarakat agar memilih calon legislatif yang
berkualitas dan intelektual. Karena hanya DPRD yang berkualitaslah yang mampu
melakukan pengawasan terhadap pemerintah, yang mampu membuat dan mengesahkan
PERDA, dan yang mampu menetapkan Anggaran. Karena
ada tiga fungsi DPRD, yaitu : * Fungsi Anggaran, * Fungsi Pembuatan Peraturan
Daerah, dan Fungsi Pengawasan. Bagaimana seorang calon anggota DPRD yang
mempunyai keinginan masuk sebagai caleg, lalu di DPRD yang sudah digambarkan
bagaimana bisa mendapatkan sesuatu dari pemerintah, apakah itu proyek misalnya.
Jadi menjadi anggota DPRD bukan tempatnya para pengusaha, jadi himbauan kepada
masyarakat, kalau mau menjadi kaya, menjadi pengusaha, maka menurut saya
(Hadirat ST, Gea) DPRD itu adalah kumpulan orang-orang yang miskin finansial
tetapi kaya akan ide. Maka PDI
Perjuangan memberikan caleg yang berkualitas. Bukan karena, kita memilih mereka
menjadi caleg karena mereka memiliki finansial yang cukup, atau latar belakang
mereka pengusaha, tidaklah seperti itu, tetapi yang betul-betul berkualitas dan
berpihak kepada masyarakat. Nah, bagaimana masyarakat bisa mencermati akan hal
itu, masyarakat kita jangan membeli kucing dalam karung lagi. Dimana keberadaan
Kota Gunungsitoli sebagai daerah otonomi baru membutuhkan anggota DPRD yang
benar-benar berkualitas, tidak anggota DPRD yang hanya manggut-manggut, tidak
anggota DPRD yang malas, tidak anggota DPRD yang sekedar masuk menjadi anggota
DPRD dan didalam anggota DPRD menjadi pengusaha. Itulah kriteria bagi yang mau
menjadi anggota DPRD. Dan ketika itu terjadi maka ketiga fungsi DPRD tadi akan
betul-betul dijalankan. Kalau tidak maka kasihanlah kita, kasihan kita
pembangunan Kota Gunungsitoli dan nasib masyarakat kita yang tadinya telah
memilih dan mempercayai kita sebagai penyalur dan penampung aspirasi kita.
Sekarang dituntut kejelian masyarakat, silahkan masyarakat memilih tapi kita himbau
masyarakat, jangan lihat karna uang, jangan pilih karna uang, sebab lima menit
di TPS akan menentukan lima tahun kedepan. Dan sebagai Pimpinan DPRD Hadirat
ST. Gea mengharapkan, bilamana setiap saat ada kritisi yang diberikan kepada
kita oleh masyarakat agar DPRD bisa berbenah diri, agar DPRD bisa memperbaiki
prilaku, kita terima mereka sebagai bagian dari kita.
Dan bilamana kita melihat visi misi dari pada PDI
Perjuangan sudah jelas untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan itu bukan
hanya janji-janji tapi itu suatu patokan bagaimana kita berpikir dan bertindak
agar rakyat bisa sejahtera dan berupaya untuk menyuarakan hak-hak masyarakat
Indonesia yang tertindas oleh ketidakadilan. Nah, inilah cita-cita para pendahulu kita yaitu
cita-cita Bung Karno yang akan menetapkan dan menjadikan rakyat kita sebagai
Marhaien. Itulah tugas PDI Perjuangan sekarang ini dimana setiap Kader PDI
Perjuangan bagaimana mengangkat kaum Marhaien ini seperti yang temukan oleh
Bung Karno. Siapa Kaum Marhaein ini ???? ya kita, masyarakat, kita semua yang
tidak memiliki apa-apa. Maka Kaum
Marhaen itulah yang akan diwujudkan kesejahteraannya, dan itu cita-cita Bung
Karno. Dan bila melihat proses dan pola Pemerintahan yang sekarang ini adalah
berjalan ditempat dan bahkan ada beberapa kesan yang mundur tapi Hadirat ST,
Gea mengatakan Pemerintahan sekarang adalah berjalan ditempat, apakah itu
tatanan birokrasinya, apakah tatanan program kegiatannya, dan ada beberapa
contoh-contoh. Dan kita terus mendesak Pemerintah untuk berbenah diri, apakah
Pemerintah mau berbenah diri ???????? itulah tugas DPRD untuk melakukan
pengawasan. Jadi seperti apa profil pemimpin pemerintahan yang baik, ??? kita
tak bisa memastikan dan mengatakan seperti inilahlah profilnya, tapi
masyarakatlah yang dapat memberi penilaian untuk itu. Yang jelas kita
bercita-cita menjadikan Pulau Nias tercinta ini menjadi maju, baik secara
ekonomi, pendidikan, pembangunan, kenyamanan dan segala aspek yang membuat kita
bangga sebagai warga negara yang telah bebas dan merdeka. Salam Perjuangan,.... Merdeka.. Hadirat ST.
Gea mengakhiri kata-katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comments