Suara Buruh Nasional

Minggu, 28 Juli 2013

Dinas Kelautan dan Perikanan Serahkan Bantuan Langsung Masyarakat Kepada 21 Kelompok Usaha Garam Rakyat

Aceh Timur, SBN---Pada awal Juli lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Timur menyerahkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Kepada 21 Kelompok Usaha Garam Rakyat  (KUGAR) Tahun 2013, di aula dinas tersebut

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Timur, Ir. Ahmad mengatakan” Kabupaten Aceh Timur salah satu dari 4 kabupaten di provinsi Aceh yang menerima bantuan Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) tahun 2013 dati ditjen KP3K Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, di Aceh Timur kegiatan PUGAR tahun ini telah di laksanakan di 2 kecamatan, yaitu kec, Darul Aman dan Kec. Julok dan 4 Desa, yaitu Kuala Idi Cut, Desa seunebok Baroh, Desa Meunasah Blang, dan Desa Naleung,  dan telah di tetapkan 21 Kelompok usaha garam penerima Bantuan Langsung Masyarakat (11 Kelompok lama/lanjutan penerima BLM tahun 2012 dan 10 Kelompok baru tahun 2013).
Ir. Ahmad menambahkan,”penetapan kelompok penerima bantuan langsung masyarakat pemberdayaan usaha garam rakyat dilaksanakan berdasarkan hasil identifikasi, verifikasi, dan seleksi yang di lakukan oleh tim teknis pemberdayaan usaha garam rakyat, Kab. Aceh Timur.
Total BLM yang disalurkan pada tahun ini adalah sebesar Rp. 323.500.000 (tiga ratus dua puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah) dengan cara pencairan ke Rekening Masing-Masing Kelompok , jumlah yang di serahkan ke masing-masing kelompok berkisar antara Rp. 11.200.000,- s/d Rp. 12.300.000. Kepada 11 kelompok lama penerima BLM tahun 2012/lanjutan, dan  Rp.17.670.000,- s/d Rp. 20.400.000 kepada kelompok baru tahun 2013, Jumlah tersebut di berikan sesuai dengan Rencana Usaha Bersama (RUB) yang di buat masing-masing Anggota Kelompok.
Ditambahkan,“pada tahun 2012 Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kab. Aceh Timur Telah menyerahkan Rp.499.500.000 kepada 11 Kelompok Usaha Garam Rakyat di 2 Kecamatan, Darul Ikhsan dan Kec.Julok jelasnya lagi berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh DKP terjadi peningkatan pada produksi garam dan peningkatan pada pendapatan anggota kelompok setelah menerima BLM tahun 2012 yaitu terjadinya peningkatan produksi garam sekitar 0,5 ton s/d 2,3 ton per bulan per Kelompok dan peningkatan pendapatan anggota Kelompok sekitar Rp.300.000,- per bulan dan permasing–masing anggota kelompok.
Sementara Bupati Aceh Timur Hasballah bin M, Thaib pada acara penyerahan tersebut  mengatakan,”kita  berharap kepada semua kelompok usaha garam yang mendapat Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dapat memamfaatkanya dengan sebaik-baiknya dan menggunakan dana tersebut sesuai dengan Rencana Usaha Bersama (RUB) yang telah di buat sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masing – masing anggota kelompok”, tambahnya terlebih lagi hal ini sudah terbukti dari penyerahan  BLM tahun 2012 kepada 11 kelompok usaha garam rakyat mampu meningkatkan produksi garam dan pendapatan Anggota Kelompok Usaha garam Rakyat, oleh karena itu kita berharap kepada semua kelompok agar dapat memamfaatkan nya sebaik- baik mungkin, jelasnya Hasballah M.Tahib.
Pada tahun 2013 DKP Kabupaten Aceh Timur mempunyai misi untuk meningkatkan kualitas garam dengan cara mengganti semua media memasak garam dari bahan drum oli menjadi stainlis steel, ini di harapkan akan berpengaruh besar terhadap produk garam yang akan di hasilkan yang selama ini garam mengandung bahan kimia berbahaya berasal dari karatan drum oli yang digunakan sehingga akan berdampak buruk terhadap kesehatan, hal ini di harapkan bisa teratasi yang mewajibkan kepada 197 orang petambak garam binaan DKP kabupaten Aceh Timur. Melalui PUGAR harus menggunakan media memasak dari bahan yang anti karat (stainlis steel).
Dan juga yang menjadi kendala besar yang dihadapi oleh kelompok usaha garam rakyat adalah dalam memasarkan produk garam, selama ini petambak garam hanya menjual hasil garamnya ke pengumpul (muge) lokal/pasar lokal, untuk mengatasi ini pihak DKP akan Membentuk (mengontrak) tenaga ahli pemasaran dari universitas- universitas di Aceh melalui Wadah Konsultan Manajemen yang akan segera di bentuk oleh DKP Kabupaten Aceh Timur, yaitu konsultan manajemen dengan tugasnya akan menganalisa dan membuat studi pemasaran yang sudah dijalankan selama ini dan mencari peluang pemasaran ke daerah-daerah lain bahkan provinsi sehingga sistem pemasaran akan menjadi lebih baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok usaha garam.
Dan insya Allah pada tahun 2014 Ditjen KP3K Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia akan mengalokasikan dana Rp.552.000.000,- Pada Program PUGAR di Kabupaten Aceh Timur, Tahun 2014 DKP Kabupaten Aceh Timur akan mengembangakan Program PUGAR ini ke Kecamatan – Kecamatan lain” Jelasnya Ir. Ahamad. >>hen/yn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comments