Aceh Timur, SBN---Terciptanya sebuah kesejahteraan
tidak terlepas dari konsep-konsep pembangunan ekonomi yang baik, tolak ukur nya
ialah pemerintah mampu menciptakan masyarakat yang terjamin secara financial,
mapan secara sosial dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Masyarakat dikatakan sejahtera
bila terpenuhinya kebutuhan pokok setiap individu rakyat, baik pangan, sandang,
pendidikan, maupun kesehatannya, oleh karena itu kesejahteraan tidak hanya buah
sistem ekonomi semata, melainkan juga buah sistem hukum, sistem politik, sistem
budaya, dan sistem sosial.
Kata keperhatinan timbul dari
pendritaan yang dirasakan masyarakat padalaman kabupaten Aceh Timur, pasalnya
beberapa wilayah kecamatan dari bidang pertanian seperti tanaman sawit, karet,
coklat, dll hancur di porak – porandakan gajah, salah satu kecamatan Ranto
Peureulak wilayah yang paling parah di hantam gajah, akibatnya kondisi ekonomi
masyarakat terpuruk.
Sejak Perdamaian Aceh hingga
sekarang, ribuan hektar luas areal pertanian tidak bisa di manfaatkan, pasalnya
gajah tersebut selalu menghampiri perkebunan hingga pemukiman warga, salah
seorang Warga Desa Seumanah Jaya Zakaria (45) dengan kondisi fisik yang cacat
(sebelah kaki kanan yang teramputasi) kepada SBN mengatakan,“kami berharap
pemerintah dapat memberikan solusi serius dalam penanganan gajah-gajah liar
ini, bukankah kami juga bagian dari masyarakat Aceh yang perlu diperhatikan
kesejahteraanya, tapi buktinya hampir 10 tahun kami merasakan penderitaan
berkepanjangan, tanaman sawit, coklat, karet dan setiap tanaman baru lainnya
juga musnah dihancurkan gajah gajah liar tersebut.
Akibat tidak adanya keseriuasan
pemerintah dalam penanggulangan gajah liar dan tidak mungkin masyarakat
terpuruk dengan kondisi pahit seperti ini terus, oleh karena itu Zakaria
berinisiatif mengikuti cara Perusahaan Perkebunan PT. Dwi Kencana Semesta
dan PT. Atakana yang seluruh areal kebun tersebut dikelilingi Pagar Power
Pancing.
Zakaria dengan beberapa
masyarakat yang terabung dalam Kelompok Pelestarian Alam berinisiatif membuat
Pagar Power Pancing untuk bisa menghidupkan kembali ribuan hektar areal
pertanian yang terlantar akibat gajah-gajah tersebut, namun dalam hal ini
membutuhkan biaya yang sangat besar hingga 4.686.500.000 (empat miliar enam
ratus delapan puluh enam juta lima ratus ribu rupiah) dengan rincian anggaran
biaya pembuatan yang telah ditentukan, ini adalah alternatif yang dapat kami
lakukan dengan cara memohon bantuan dana dari intansi-intansi pemerintah
dan para dermawan yang perihatin denga kondisi kami, jelasnya.
Sementara beberapa wartawan
saat mengkonfirmasi Ketua DPRK Kab. Aceh Timur, Tgk. Alaudin, di ruang
kerjanya mengatakan,”laporan masyarakat tersebut telah kita tindak lanjuti ke
Provinsi, di daerah kita tidak ada kapasitas untuk menanggulanginya, konflik
gajar liar yang berkepanjangan tersebut di sebabkan oleh ulah manusia sendiri
yang merusak habitatnya, dan berdasarkan sejarah endatunya gajah itu akan
melintasi jalan-jalan yang pernah dia lewati, kita juga gak tahu harus
bagaimana selain hanya bisa menindati lanjuti laporan tersebut ke provinsi,
tegas Alaudin. >>hen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comments