SOAL MENINGGALNYA GAVOR STAR SURBAKTI
Medan, SBN---Gavor Star Surbakti, telah berpulang kehadapan Sang
Khalik dalam usia 25 tahun. Dalam usia yang masih produktif, Gavor yang telah
membuat lima album lagu-lagu Pop Batak Karo, meninggal tanpa diketahui apa
penyakit yang dideritanya.
Sebagaimana penuturan
ayahandanya, Komando Surbakti, kepada Konstruktif, beberapa waktu lalu, Gavor
Star adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Adiknya laki-laki, telah menemui
Tuhan Sang Penciptanya lebih dulu, dua tahun sebelumnya. “Saya hanya berharap
sama Gavor waktu itu untuk dapat lebih mengembangkan seni tarik suara lagu-lagu
Pop Karo. Apalagi dia waktu itu diberikan Tuhan kesempatan untuk muncul dalam
rekaman lagu Pop Karo di tingkat nasional bersama Tio Fanta Pinem. Namun ajal
lebih dulu menjemput. Mungkin Tuhan punya rencana lain untuk saya nantinya,”
ujar tokoh pemuda di Kabupaten Deli Serdang itu.
Awalnya, lanjutnya, Gavor sulit
menelan asal mau makan. Selama dua hari dia istirahat di rumah karena mungkin
terlalu lelah karena pada malam hari Gavor mengisi acara di beberapa tempat.
Karena sakit waktu menelan itu tak kunjung sembuh, sambungnya, Gavor dibawa
berobat ke dokter Puskesmas di Sibolangit.
“Namun setelah memakan obat yang
diberikan oleh dokter Ginting yang bertugas di Rumah Sakit Umum (RSU) H Adam
Malik, kondisi kesehatan anak saya bukan semakin membaik, tapi semakin buruk.
Anak saya itu jadi tidak mau makan sama sekali karena sakit katanya saat mau
menelan. Demamnya juga tinggi dan sesudah memakan obat dari dokter Ginting itu,
badannya jadi bentol-bentol merah, seperti melepuh. Gavor selalu mengeluh panas
yang dirasanya,” urainya mengenang dengan rasa sedih yang mendalam.
Wakil Ketua DPD Partai Golkar
Kabupaten Deli Serdang itu memperlihatkan jenis obat yang diberikan oleh dokter
Ginting itu. Beberapa diantaranya berbentuk kapsul dengan merk Pehatrim Forte
Trimethoprim 160 mg dan Sulfamethoxazole 800 mg. Selain itu ada obat berbentuk
cairan yang ketika itu digunakan untuk disuntikkan melalui infus ke tubuh
Gavor, yakni Caronem Meropenem dan Ottozol Pantoprazole.
Ketika tudingan kelalaian dalam
penanganan pasien bernama Gavor Star Surbakti yang pada akhirnya meninggal
dunia di RSU tersebut coba dikonfirmasi Konstruktif kepada Dirut RSU H Adam
Malik, beberapa waktu lalu, dirut mengarahkan untuk bertemu dengan Kepala
Bidang Pelayanan Medik RSU H Adam Malik, dr Ramlan Kembaren.
Ramlan Kembaren saat ditemui di
ruang kerjanya, kepada Konstruktif mengatakan bahwa pihak rumah sakit sudah
melakukan pemeriksaan terhadap para dokter dan perawat yang bertugas di ruang
Gavor di rawat pada hari itu. “Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap para
dokter dan perawat yang bertugas hari kejadian itu. Hasil pemeriksaan sudah
kami sampaikan kepada direksi untuk segera ditindaklanjuti,” jawabnya saat
dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Namun keterangan dr Ramlan
Kembaren itu dibantah Supandi, staf Dirut RSU H Adam Malik. “Tidak ada dr
Ramlan menyerahkan hasil laporan mengenai pasien bernama Gavor Star Surbakti.
Kalau ada saya pasti tahu karena setiap surat yang masuk ke dirut pasti lebih
dulu melalui saya. Jadi tidak benar yang dikatakan dr Ramlan itu,” tegas
Supandi saat itu.
Setelah sempat beradu argument
beberapa saat, Konstruktif mencoba menghubungi dr Ramlan Kembaren melalui
ponselnya. “Maaf, saya dan Pak dirut sedang rapat di lantai II. Kami ada tamu
dari RS Siloam Jakarta. Nanti ada kepala seksi saya yang menemui kamu. Tunggu
saja dulu ya,” jawabnya.
Tak lama berselang, Kepala Seksi
Pelayanan Medik RSU H Adam Malik, Nurul, datang menemui dan mempersilahkan
menunggu di ruangan dr Ramlan. Setelah satu jam menunggu, dr Ramlan tak juga
masuk ke ruangannya.
Saat dihubungi kembali
ponselnya, meskipun terdengar nada sambung, dr Ramlan tak mau menjawabnya.
Begitu juga ketika mengupayakan untuk dapat bertemu Dirut RSU H Adam Malik,
stafnya, Supandi mengatakan kalau “bosnya” belum selesai rapat. Hingga berita
ini diturunkan, pihak RSU H Adam Malik belum mau melakukan klarifikasi terhadap
tudingan kelalaian itu. >>Tim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comments