Suara Buruh Nasional

Rabu, 03 Juli 2013

Sumut Penyumbang 50 Persen Gas Metan

>> Alfian Haris
Tebingtinggi, SBN---Hasil penelitian yang dilakukan Kantor Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara menyebutkan, limbah organik yang dihasilkan Provinsi Sumut tahun ini tercatat sebagai penghasil 50 persen gas metan setara dengan rumah kaca dan apabila ini tidak dikendalikan,
maka akan berdampak besar dengan perubahan iklim, “ ini akan memicu kenaikan suhu global khususnya di wilayah Sumatera Utara, jika tidak segera dikendalikan akan berdampak buruk”, terang Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumut, Dr Hidayati pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) ke 17 dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke 10 serta Hari Kesatuan Gerak PKK ke 41 di Jalan Ikhlas Lingkungan I Kelurahan Tanjung Marulak Kecamatan Rambutan tepatnya di kawasan tangkahan pasir bantaran Sungai Padang Kota Tebingtinggi.
Untuk mencegah timbulnya gas metan yang berlebihan, dimana tempat akhir pembuangan sampah harus benar-benar bisa mengelola sampah organik dan non organik, karena sampah rumah tangga sekarang di dominasi oleh sampah organik yang bisa menimbulkan terciptanya gas metan berlebihan. “Rubah prilaku mengkonsumsi makanan dan jangan membuangnya apabila tidak habis,” jelas Hidayati.
Menyoroti masalah mutu air Sungai Padang dikota itu, Hidayati menjelaskan mulai dari hulu hingga ke hilir sungai, kondisinya cukup sedang, tetapi pencemaran air sungai lebih di dominasi oleh limbah domestik dari pasar-pasar tradisional yang terletak di pinggir sungai. “Walikota Tebingtinggi telah menyatakan akan membuat Upal untuk melakukan penyaringan limbah padat dan cair dari pemukiman warga di sepanjang sungai di Kota Tebingtinggi, kita tunggu realisasinya,” terang Hidayati.
Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyatakan agar para Kepala Lingkungan (Kepling) dan Lurah setempat yang wilayah pemerintahannya meliputi daerah pinggiran suangai (DAS) agar tetap menjaga pohon-pohon produktif yang ditanam pada peringatan Hari Lingkungan Hidup ke 17. dan daerah pinggiran sungai jika ditanami pohonan produktif, selain hasilnya bisa dipergunakan oleh warga masyarakat, juga menguntungkan yaitu mencegah abrasi sungai. “Peranan masyarakat dalam hal ini sangat diharapkan, mari bersama-sama menjaga sungai kita sendiri,” pinta Umar Zunaidi.
Dalam kesempatan itu Walikota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua DPRD H Syarial Malik, Muspida dan SKPD, Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumut Dr Hidayati melakukan penanaman pohon mangga, jambu air, jambul bol, rambutan, sengon, akasia, dan pohon durian di sepanjang kawasan Das Sungai Padang serta membagikan pohon kepada Lurah dan Kepling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comments