>> Alfian Haris
Tebingtinggi,
SBN---Hasil penelitian
yang dilakukan Kantor Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara menyebutkan,
limbah organik yang dihasilkan Provinsi Sumut tahun ini tercatat sebagai
penghasil 50 persen gas metan setara dengan rumah kaca dan apabila ini tidak
dikendalikan,
maka akan berdampak besar dengan perubahan iklim, “ ini akan
memicu kenaikan suhu global khususnya di wilayah Sumatera Utara, jika tidak
segera dikendalikan akan berdampak buruk”, terang Kepala Badan Lingkungan Hidup
Provinsi Sumut, Dr Hidayati pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) ke 17
dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke 10 serta Hari Kesatuan
Gerak PKK ke 41 di Jalan Ikhlas Lingkungan I Kelurahan Tanjung Marulak
Kecamatan Rambutan tepatnya di kawasan tangkahan pasir bantaran Sungai Padang
Kota Tebingtinggi.
Untuk mencegah timbulnya gas metan yang
berlebihan, dimana tempat akhir pembuangan sampah harus benar-benar bisa
mengelola sampah organik dan non organik, karena sampah rumah tangga sekarang
di dominasi oleh sampah organik yang bisa menimbulkan terciptanya gas metan
berlebihan. “Rubah prilaku mengkonsumsi makanan dan jangan membuangnya apabila
tidak habis,” jelas Hidayati.
Menyoroti masalah mutu air Sungai Padang dikota
itu, Hidayati menjelaskan mulai dari hulu hingga ke hilir sungai, kondisinya
cukup sedang, tetapi pencemaran air sungai lebih di dominasi oleh limbah
domestik dari pasar-pasar tradisional yang terletak di pinggir sungai.
“Walikota Tebingtinggi telah menyatakan akan membuat Upal untuk melakukan penyaringan
limbah padat dan cair dari pemukiman warga di sepanjang sungai di Kota
Tebingtinggi, kita tunggu realisasinya,” terang Hidayati.
Walikota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan
menyatakan agar para Kepala Lingkungan (Kepling) dan Lurah setempat yang wilayah
pemerintahannya meliputi daerah pinggiran suangai (DAS) agar tetap menjaga
pohon-pohon produktif yang ditanam pada peringatan Hari Lingkungan Hidup ke 17.
dan daerah pinggiran sungai jika ditanami pohonan produktif, selain
hasilnya bisa dipergunakan oleh warga masyarakat, juga menguntungkan yaitu
mencegah abrasi sungai. “Peranan masyarakat dalam hal ini sangat diharapkan,
mari bersama-sama menjaga sungai kita sendiri,” pinta Umar Zunaidi.
Dalam kesempatan itu Walikota Tebingtinggi Ir Umar
Zunaidi Hasibuan bersama Ketua DPRD H Syarial Malik, Muspida dan SKPD,
Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumut Dr Hidayati melakukan penanaman pohon
mangga, jambu air, jambul bol, rambutan, sengon, akasia, dan pohon durian di
sepanjang kawasan Das Sungai Padang serta membagikan pohon kepada Lurah dan
Kepling.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comments