Suara Buruh Nasional

Jumat, 20 September 2013

Masyarakat Sei Rampah Heboh, Pintu Gerbang ke Pasar Sei Rampah Ditutup OTK

>>B. Dewanto
Sei Rampah, SBN---Masyarakat Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) heboh,yang di sebabkan gerbang/pintu masuk kepasar/pajak yang berlokasi di Dusun I Desa Sei Rampah Pekan Kecamatan Sei Rampah Kamis malam (12/9) dipasangi seng oleh orang tidak dikenal (OTK).

Akibat penutupan tersebut terjadi keributan terutama para pedagang yang mempunyai kios di komplek pasar tersebut, karena sewaktu terjadi pemagaran sebagian pemilik kios ada yang masih didalam, dan begitu juga yang ingin masuk untuk memberesi dagangannya yang masih berserakan.
 Pemagaran tersebut diduga atas protes warga dan distopnya oleh pemerintah setempat yang di sebabkan adanya pembangunan puluhan kios yang berada di belakang pasar yang telah ada sekarang ini selain ditengarai tidak mempunyai izin juga lahan pertapakannya tidak jelas kepemilikannya.
Disebutkan bahwa pasar Sei Rampah itu sudah ada sejak puluhun tahun lalu, dan pada tahun 2002 bagian belakangnya  telah dibangun losd ketika itu oleh Pemda Deli Serdang dan juga hal itu  sempat menuai polemic dengan yang juga mengaku Ahli Waris  yang tinggal di Medan
Sebelumnya,  sempat terjadi ketegangan antara wartawan dan seorang warga tak dikenal dilokasi pemagaran yang diduga dari pihak pemagar, melarang wartawan untuk meliput kejadian tersebut, akibatnya suasana memanas, namun dapat diatasi oleh sesama jurnalis.  
Sementara itu Kasat Intel Polres Sergai Saksi Tarigan bersama Kapolsek Firdaus H Helmi Yusuf yang juga berada dilokasi mengatakan kepada para pedagang, kedatangan pihaknya untuk menjaga situasi yang sempat memanas.
Kepada para pedagang Kapolsek meminta agar bersikap tenang, karena pihakanya dalam hal ini aparat Kepolisian sedang melakukan investigasi menyusul insiden tersebut. “Kita minta para  pedagang agar sabar dan tenang karena kita masih menyelidiki atas dasar pemagaran pintu pajak Rampah,ini”, ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comments