Suara Buruh Nasional

Jumat, 20 September 2013

Akibat Kebanjiran Petani Desa Tebing Tinggi Gagal Panen

>> J. Irwansyah. S
Sergai, SBN---Sekitar 1035 Hektar sawah milik petani di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai, gagal panen pada musim ini akibat terendam air Hujan dan Banjir kiriman dari sungai belutu desa silao merawan yang tidak berpintu.

            Informasi yang dikutip SBN dari petani, H.Hutabarat mengatakan, usia tanam padi sekitar 90 hari sudah siap panen, tapi sebelumnya sawah petani sering kekeringan pada saat musim kemarau, pada saat musim hujan selalu banjir dari pintu intek exdam pondok banjar kawasan Kebun Rambutan di sungai belutu tidak berpintu di Desa silao merawan Kabupaten Serdang Bedagai, sehingga menghambat biji padi tersebut dan perkembangan padi lambat akibat dimusim kemarau pada bulan agustus 2013 yang lalu.
            Tanaman padi sebelumnya tumbuh normal, kata dia, karena pasokan air maksimal tetapi setelah kemarau, pada saat musim hujan selalu banjir dari pintu intek exdam pondok banjar Kebun Rambutan disungai belutu tidak berpintu diDesa silao merawan kawasan PT.PN3 Kebun Rambutan merusak sawah tersebut dan menyebabkan petani gagal panen.
            Sementara itu Gumin petani lain di perbatasan Dusun VI  Pematang Bulu  menuturkan, sawah sepanjang saluran pembuangan dari pintu intek exdam pondok banjar kawasan Kebun Rambutan  disungai belutu tidak berpintu jalur irigasi ke Desa Suka Damai jalan Pintu Air Kecamatan Sei Bamban, sehingga tanaman padi tidak berisi maksimal.
            Resiko gagal panen petani di daerah Desa Pematang Terang dan Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tanjung Beringin cukup tinggi, kata dia, kemarau berkepanjangan kesulitan memperoleh kiriman air, selain itu penyebabnya banjir dari pintu intek exdam pondok Banjar Kawasan  disungai belutu tidak berpintu tidak berpintu diDesa silao merawan PTPN3 merendam sawah.
            Ketua IP3A Kabupaten Serdang Bedagai Bapak Warno( 69 ) Rabu (11/09) pukul 12:00 Wib kepada wartawan menuturkan, air hujan dan banjir dari pintu intek exdam pondok banjar kawasan kebun rambutan di Sungai Belutu tidak berpintu di Desa Silao Merawan sering menjadi penyebab gagal panen, karena padi tidak mampu bertahan sehingga mengering. 
            Menurut Anggota DPRD Serdang Bedagai Drs. H. Syayuti Nur, M.Pd, Selasa (10/09) pukul 12:00 Wib bahwa dana anggaraan dari Sumatra Utara untuk pembangunan infrastruktur berupa normalisasi dan peleningan irigasi atau penembokan benteng irigasi baja disungai padang sudah tersedia kalau Bupati Ir. H. Soekirman serdang bedagai membebaskan lahan pertanian 5 H untuk pembangunan tersebut belum bisa direalisasikan Bupati Sergai. 
Lanjut Drs. H. Syayuti Nur, M.Pd, menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2010  memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagai mana dimaksud dalam pasal 3 angka 14, sesuai  dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
                Namun ironisnya Bupati sergai Ir.H.Soekirman tidak tegas terhadap PSDA Sergai tidak peduli terhadap empat kecamatan yaitu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kecamatan Sei Bamban, Kecamatan Sei Rimah, Kecamatan Tanjung Beringin bahwa pemberitaan Wartawan SBN diterbitan ONLINE  diminta Gubernur Sumatra Utara dituding Bupati Sergai Ir.H. Soekirman tidak peduli terhadap petani Desa Tebing Tinggi ketika wartawan SBN memberikan terbitan ONNILE pada Senin (19/08) Sekdakab Drs.H. Haris Fadilla, Msi mengatakan, bahwa Kepala Dinas Pertanian sergai yang berwewenang untuk menjawab atas pemberitaan media SBN edisi tersebut. Ketika Wartawan SBN konfirmasi kepada kepala Dinas Pertanian bahwa Pompanisasi akan dianggarkan Ke APBD Tahun 2014 tidak tetap sasaran. 
            Menurut informasi Wartawan SBN terhadap para petani bahwa pompanisasi itu tidak berguna kalau Debet Air yang biasanya digunakan para petani yaitu Sungai Sei Rampah kekeringan pada saat di musim kemarau, maka IP3A Warno mengambil kebijakan pengambilan debet air berasal dari Sungai Sibarao Desa Pertapahan Kecamatan Tebing Tinggi kawasan PTPN3 Kebun Rambutan Kabupaten Serdang Bedagai. 
            Ketika terbitan Edisi 186, 22-30 Agustus 2013 Petani Desa Tebing Tinggi Belum Merasa Kemerdekaan, Saat dikonfirmasi SBN  ASS II A.Damanik, Rabu (28/8) mengatakan, bahwa Kepala Dinas PSDA Sergai yang berwewenang untuk menjawab atas pemberitaan media  SBN edisi tersebut. Sementara itu Kepala Dinas PSDA Sergai saat dikonfirmasi SBN tidak ada di kantornya, bahkan dihubungi melalui via telepon seluler ternyata tidak aktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comments