Suara Buruh Nasional

Senin, 20 Mei 2013

Kapolda : Di Bawah Umur atau Bukan, Lumpuhkan


  • Geng Motor yang Melakukan Aksi–Aksi Kekerasan di Jalanan Tembak di Tempat

>>Abd. Hamid, SE
Medan, SBN---Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Polisi Mudji Waluyo, menginstruksikan adanya upaya yang lebih represif dalam lumpukan pergerakan kelompok – kelompok geng motor. Menurutnya, aparat harus bertindak karena aksi geng motor di jalanan sudah mengarah pada tindakan brutal.

“Saya minta dilumpuhkan. Mau di bawah umur atau bukan, kalau tindakannya sudah membahayakan nyawa orang lain, harus ditindak tegas,” ujar Mudji saat tampil menjadi pembicara pada pertemuan akademisi dan tokoh masyarakat membahas geng motor dan terorisme di Aula Polrestabes Makassar, Kamis (16/5).
Pertemuan dihadiri Dekan Fakultas Hukum Unhas Prof. Dr. Aswanto, akademi Prof. Zakkari, Kapolrestabes Makassar Kombes Polisi J Wisnu Sanjaja beserta jajarannya. Kapolda menegaskan polisi tidak akan membiarkan aksi – aksi geng motor melakukan tindakan brutal di jalan raya. Apalagi sampai melukai masyarakat.
“Kita tidak ingin geng motor terus menebarkan ketakutan di jalan raya. Menjadi tanggung jawab polisi untuk memberi rasa aman,” katanya. Diakuinya, komplotan ini geng motor ini didominasi anak – anak di bawah umur yang masih berstatus pelaajar. Karena itu, ia meminta petugas tetap terukur dalam menempuh langkah – langkah represif di lapangan. “Cukup ditembak pada bagian kaki. Soal di bawah umur atau tidak, kita serahkan ke pengadilan. Biar lembaga peradilan yang memutuskan hukumannya,” papar kapolda.
Prof. Aswanto mengatakan, memerangi aksi – aksi brutal geng motor harus melibatkan semua pihak. Aparat keamanan, orang tua, guru – guru dan masyarakat. “Sekolah juga memegang peran penting, karena kecenderungannya, geng motor ini kebanyakan dari kalangan pelajar,” katanya.
Aswanto mendukung langkah represif aparat dalam memerangi geng motor. Namun, ia tetap mengingatkan agar dilakukan secara terukur. Menurutnya, geng motor adalah fenomena yang cukup membuat masyarakat prihatin. “ Prihatinnya karena yang terlibat adalah generasi muda kita. Generasi pelanjut. Kita juga punya kewajiban untuk mengarahkan mereka ke jalan yang benar,” urai Aswanto.
Senada dengan Aswanto, Prof. Zakkari juga melihat fenomena geng motor sebagai kelompok kriminalitas yang meresahkan saat ini. Bukan hanya di Makassar, di beberapa kota besar di Tanah air, kawanan ini juga melakukan tindakan – tindakan kekrasan di jalanan.
“Dan hampir semua melibatkan pelajar sebagai eksekutor. Jadi benar bahwa sekolah, guru dan orang tua juga harus terlibat mengawasi anak – anaknya,” katanya. Kapoltabes Makassar Kombes Polis J Wisnu Sandjadja, mengemukakan, pihaknya telah memerintahkan kapolsek dan pemerintah kelurahan, serta tokoh masyarakat dan pihak sekolah untuk melarang anak – anak bergabung dengan kelompok geng motor.
“ Ada upaya lintaskoordinasi yang dilakukan agar semua terlibat menutup ruang gerak para geng motro ini. Sekolah salah satu yang kita anggap memegang peranan penting,” kata Wisnu. Wisnu juga menyatakan salut pada TNI yang telah melakukan upaya meminimalisir ruang gerak kelompok ini. Menurutnya, upaya memerangi geng motor akan dilakukan secara rutin di titik – titik rawan. “Pemetaan wilayah operasi geng motor sudah kita lakukan. Dan setiap saat dilakukan pengawasan pleh personel,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comments