>>Alfian Haris
Tebingtinggi, SBN---Walikota Tebingtinggi
Ir H Umar Zunaidi Hasibuan mengajak seluruh insane pers yang tergabung dalam
wadah Unit Wartawan Pemko Tebingtinggi agar satu persepsi membangun kemitraan
bersama dalam menjalin komunikasi, sebab tanpa komunikasi yang intens akan
terbangun satu opini yang negative.
“Cek dan balance (keseimbangan) dalam
penyajian pemberitaan itu sangat penting, namun untuk menyatukan mindset (pola
pikir) itu sangat sulit dan sangat luar biasa untuk bisa dilakukan”, demikian
pesan Umar Zunaidi Hasibuan usai mengukuhkan Pengurus Unit Wartawan Pemko
Tebingtinggi, Kamis sore (16/5) di gedung Hj Sawiyah Nasution Jalan Sutomo Kota
Tebingtinggi.
Menurut Umar Hasibuan, wartawan harus
profesional dengan keilmuan yang dimilikinya serta memiliki etika dan
norma-norman standar yang berlaku. “Apa yang dilakukan saat ini (pengukuhan
unit wartawan) bernilai positif bagi pemko dan wartawan, melalui moment ini
akan terbangun kesamaan persepsi, komunikasi bersama, jalinan silaturahmi serta
interaksi, sebab manusia sebagai mahluk sosial harus berinteraksi antara satu
dengan lainnya dalam hal ini wartawan dengan pemerintah kota”, katanya.
Sebelumnya, Ketua Unit Wartawan Pemko
Tebingtinggi Selamat Riadi Kasidi mengajak seluruh insan pers yang tergabung
dalam wadah unit wartawan pemko agar menyatukan persepsi dan mindset agar
terbangun jalinan komunikasi yang kuat. “Kita memang sengaja tidak membuat
pakaian seragam, bukan karena abangda (walikota) tidak mendukung, untuk apa
kalau pakaiannya seragam tapi persepsi dan mindset-nya berbeda-beda, setelah
kita bisa menyatukan persepsi dan mindset baru kita minta abangda Umar yang ‘menseragamkan’
wartawan unit pemko”, cetus Selamat yang akrab disapa Memet.
Pada kesempatan itu, Memet juga meminta
keterbukaan Pemko Tebingtinggi dalam menginformasikan setiap program kerja
maupun rencana pembangunan daerah agar tidak terjadi salah persepsi dikalangan
wartawan dalam menyoroti kinerja setiap SKPD di kota itu. “Kita bisa menilai
buruknya komunikasi antara wartawan dengan pihak pemerintah kota, salah satu
contoh, hingga saat ini wartawan pemko belum tahu apa-apa saja kegiatan
menjelang hari jadi kota Tebingtinggi, sebab biasanya setiap kali menjelang
hari jadi pasti pemko menggelar temu pers”, ungkap Memet.
Senada dengan Memet, mewakili Ketua
Perwakilan Cabang PWI Tebingtinggi Hasan Damanik juga mengajak wartawan untuk
tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas
kewartawanan. “Diakui memang saat ini cukup banyak orang yang menyandang status
sebagai wartawan tapi tidak memahami profesi wartawan yang sebenarnya. Mari
kita jaga profesi kewartawanan kita dengan tetap menjaga sikap dan etika
sehingga tidak memalukan profesi kita sebagai wartawan”, pesan Hasan Damanik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
comments