Suara Buruh Nasional

Senin, 10 Juni 2013

Guru Demo, Mengapa Tidak?

Aceh Timur, SBN---Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Aceh, Drs. Ramli Rasyid, M.Si, M.Pd mengatakan bahwa guru boleh melakukan demonstrasi untuk memperjuangkan hak-haknya bila semua saluran yang telah ditempuh tidak membuahkan hasil. 

“Guru demo, mengapa tidak? Asal sudah terlebih dahulu berjuang lewat jalur formal yag ada seperti DPR, MPD, dan PGRI”. Hal itu disampaikan Ramli pada acara pembukaan Konferensi Kerja II PGRI Kabupaten Aceh Timur minggu lalu (26/5) di Hotel Harmoni Langsa.
Terkait dengan hasli UN SMA/MA/SMK di Aceh, Ramli menegaskan bahwa PGRI dari dulu memang tidak setuju jika standarisasi kelulusan siswa itu ditentukan dari Ujian Nasional (UN). Ramli mengaku prihatin dengan hasil kelulusan UN siswa Aceh yang menurun dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut kata Ramli harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya seperti dinas pendidikan, maupun orang tua wali dari masing-masing siswa, serta masyarakat.
“Dengan adanya pengumuman kelulusan itu, kita sekarang sudah tahu dimana posisi pendidikan kita saat ini. Memang, UN tidak bisa dijadikan tolak ukur, karena ada anak yang sangat berprestasi justru pada saat UN, tidak lulus” tambahnya.
Dikatakan, pemerintah pusat dan daerah harus memegang teguh pada komitmennya untuk membantu dan mensupport dana untuk memajukan pendidikan di Aceh, sehingga nilai UN siswa Aceh pada masa yang akan datang akan lebih baik.
 H. Agussalim yang didampingi Ketua Panitia Pengarah, H. Syarifuddin S. Malem, S.Pd.I, mengatakan, konferensi tersebut diikuti oleh Pengurus PGRI Kabupaten dan Pengurus PGRI Cabang se Aceh Timur. “Konferensi telah berhasil mengevaluasi kinerja PGRI Aceh Timur tahun 2012/2013 dan menentukan program kerja prioritas tahun 2013/2014. Di samping itu, Konferensi juga berhasil merumuskan beberapa rekomendasi tentang pendidikan untuk diajukan kepada Pemkab dan pihak-pihak terkait seperti Majlis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Timur” pungkas Agussalim.
Turut hadir pada acara tersebut antara lain Pengurus PGRI Kota Langsa, Ketua Lembaga Konsultasi & Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Aceh Timur, dan tokoh masyarakat lainnya.  Konferensi yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur, Abdul Munir, SE, MAP itu berlangsung selama satu hari penuh dan ditutup oleh Ketua PGRI Kabupaten Aceh Timur, H. Agussalim, SH, MH, tepat pada pukul 16.00 WIB. >>hen/yn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comments